Partner Kerja

Berawal dari aku yang mulai kerja di salah satu Perusahaan Farmasi di Semarang. Awalnya aku masuk dalam divisi Analytical Development, namun setelah 2 hari kerja Ibu GM memindahkanku ke divisi Regulatory yang sesuai dengan pengalaman kerjaku sebelumnya. Awalnya aku sedih dipindahkan ke divisi Regulatory, karena aku ingin mencoba pengalaman baru dalam bidang analisis. Namun, aku menerima dengan lapang dada, karena mungkin passionku ada di registrasi obat. Ternyata dalam divisi regulatory ada teman kuliahku dan seangkatan pula, jadi aku pikir aku udah punya temen tanpa harus beradaptasi seperti di Perusahaan sebelumnya. Setelah sebulan aku berteman dengan dia, ternyata aku tidak cocok berteman dengan dia. Aku menjauh.

Tanpa berusaha lagi, aku menemukan teman lain yang sepertinya cocok denganku. Kita nyambung kalo ngobrol, dan sering bermain bersama. Aku sudah menganggapnya sebagai my close friend at work / partner in crime. Aku pikir kita sudah dekat, saling mengeluhkan sesuatu, makan bareng, semuanya bareng. Kemudian, dia pulang ke daerah asalnya untuk beberapa hari. Saat disana, dia tidak menghubungiku sama sekali. Tapi aku maklum, karena dia sedang bersama keluarga nya disana. Hari minggu saat dia akan kembali lagi ke Semarang, dia menghubungiku. mengatakan bahwa dia cemas, bakal lolos masuk pesawat atau tidak. Tapi dengan tidak sadar aku malah mengatakan "kalo cemas aja baru chat aku", padahal sebenernya aku malah senang karena dia berarti mempercayaiku untuk berkeluh kesah. setelah itu, dia tidak ada menghubungiku sama sekali. aku sampai berpikir apakah karena perkataanku itu. Jujur saja, aku sedih sekali padahal aku mengatakan itu hanya sebagai guyonan saja. Semoga setelah dia masuk hubungan kita akan baik baik saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akhir Cerita

Kagum